Home » » Pengertian Schizophrenia

Pengertian Schizophrenia

Written By Lilik on Rabu, 25 Juli 2012 | 11.04

Schizophrenia, pertama kali saya mendengar istilah ini saya benar-benar tidak mengetahui apa sebenarnya itu, sejenis penyakit, nama orang, atau nama tumbuhan. Karena ketidaktahuan saya itu, akhirnya saya mencoba mencari sendiri apa itu yang dimaksud “schizophrenia”. Setelah saya coba cari di mbah google saya memperoleh kesimpulan kalau schizophrenia adalah sejenis gangguan jiwa akut, diatas nya halusinasi dan disorganisasi pikiran.
gambar orang terkena schizophrenia

Schizophrenia ternyata adalah penyakit yang berbahaya, karena penyakit ini berhubungan dengan kejiwaan. Secara garis besar schizophrenia merupakan gangguan mental yang serius yang ditandai dengan hilangnya kontak dengan realitas (psychosis), halusinasi, delusi (keyakinan palsu), berpikir, bertingkah laku dan punya hubungan sosial yang kacau, walaupun penyebab pasti schizophrenia belum dapat dipastikan, tetapi gangguannya nampak jelas secara biologis. Banyak otoritas menerimanya sebagai “penderita stres yang rapuh”, di mana schizophrenia dianggap kebanyakan muncul pada orang yang rapuh secara biologis. Apa yang membuat seseorang mudah terkena schizophrenia belum diketahui dengan pasti, tetapi kemungkinan termasuk di dalamnya kelemahan genetis; masalah yang timbul sebelum, selama atau sesudah kelahiran; atau bisa juga disebabkan oleh infeksi virus pada otak. Kesulitan dalam memproses informasi, ketidak mampuan untuk memusatkan perhatian, ketidak mampuan bertingkah laku sesuai dengan yang diterima masyarakat luas, dan ketidak mampuan mengatasi masalah secara umum bisa merupakan pertanda kerapuhan itu. Dalam hal semacam ini, tekanan-tekanan lingkungan sekitar, seperti kehidupan yang penuh ketegangan atau penuh masalah, pelecehan mendasar, memicu serangan dan kambuhnya schizophrenia pada orang yang rapuh itu.

Untuk lebih jelas lagi berikut pengertian-pengertian dari schizophrenia yang saya peroleh:

Menurut Strausal et al; schizophrenia adalah gangguan mental yang sangat berat. Gangguan ini di tandai dengan gejala-gejala positif seperti pembicaraan yang kacau, delusi, halusinasi, gangguan kognitf dan persepsi. Sedangkan gejala negatifnya antara lain seperti avolition ( menurunnya minat dan dorongan), berkurangnya keinginan bicara dan miskinnya isi pembicaraan, afek yang datar, serta terganggunya relasi personal. Tampak bahwa gejala-gejala skizofrenia menimbulkan hendaya berat dalam kemampuan individu berfikir dan memecahkan masalah, kehidupan afek dan menggangu relasi personal. Kesemuanya mengakibatkan pasien skizofrenia mengalami penurunan fungsi ataupun ketidakmampuan dalam menjalani hidupnya, sangat terhambat produktivitasnya dan nyaris terputus relasinya dengan orang lain.

Menurut Kartono; schizophrenia adalah kondisi psikologis dengan gangguan disintegrasi, depersonalisasi dan kebelahan atau kepecahan struktur kepribadian, serta regresi aku yang parah.

Menurut Kartono;  schizophrenia  dibagi dalam tiga kategori, yaitu:

Schizophrenia Hebefrenik.
Artinya mental atau jiwanya menjadi tumpul. Kesadarannya masih jernih, akan tetapi kesadaran akunya sangat terganggu.
Ciri-cirinya:
a. Orang yang mengalami derealisasi dan depersonalisasi berat.
b. Dihinggapi macam-macam ilusi dan delusi, sebab fikirannya kacau,melantur.
c. Banyak tersenyum-senyum dengan muka yang selalu perat perot tanpa ada perangsang sedikit pun.

Schizophrenia katatonik.
Menurut Maramis (2004), skizofrenia katatonik atau disebut juga katatonia, timbulnya pertama kali antara umur 15-30 tahun dan biasanya akut serta sering didahului oleh stres emosional. Mungkin terjadi gaduh gelisah katatonik atau stupor katatonik.
Stupor Katatonik
Pada stupor katatonik, penderita tidak menunjukan perhatian sama sekali terhadap lingkungannya dan emosinya sangat dangkal. Secara tiba-tiba atau perlahan-lahan penderita keluar dari keadaan stupor ini dan mulai berbicara dan bergerak.
Gaduh Gelisah Katatonik
Pada gaduh gelisah katatonik, terdapat hiperaktivitas motorik, tapi tidak disertai dengan emosi yang semestinya dan tidak dipengaruhi oleh rangsangan dari luar.

Ciri-cirinya sebagai berikut:
  1. Urat-uratnya menjadi kaku dan mengalami chorea flexibility yaitu badan jadi kaku seperti malam atau was. 
  2. Ada pola tingkah laku yang stereothypes, aneh-aneh atau gerak-gerak otomatis dan tingkatah laku yang aneh-aneh yang tidak terkendalikan oleh kemauan. 
  3. Ada gejala-gejala stupor. 
  4. Kadang-kadang disertai catatonic excitement. 
  5. Mengalami regresi total.

Schizophrenia paranoid.
Jenis ini berbeda dari jenis-jenis lainnya dalam perjalanan penyakit. Hebefrenia dan katatonia sering lama-kelamaan menunjukkan gejala-gejala skizofrenia simplek atau gejala campuran hebefrenia dan katatonia. Tidak demikian halnya dengan skizofrenia paranoid yang jalannya agak konstan, (Maramis, 2004).
  1. Penderita diliputi macam-macam delusi dan halusinasi yang terus berganti-ganti coraknya dan tidak teratur serta kacau balau. 
  2. Pasin tampak lebih waras dan tidak sangat ganjil dan aneh jika dibandingkan dengan penderita skizofrenia jenis lainnya. 
  3. Akan tetapi pada umumnya dia bersikap sangat bermusuhan terhadap siapapun juga.  
  4. Merasa dirinya penting, besar grandieus.  
  5. Sering sangat fanatik religious secara berlebihan.  
  6. Kadang-kadang bersifat hipokondris.

3 komentar:

  1. Wah baru tau juga, rupanya nama suatu penyakit gitu ya, tepatnya gangguan jiwa.

    Nice Posting :D

    BalasHapus
  2. Biasanya sipenderita dibawa ke psikiater , dan diberi obat

    BalasHapus

Cara Berkomentar untuk yang tidak memiliki blog:

1.Klik selec profile --> pilih Name/URL
2.Isi nama kamu dan Kosongkan URL atau isi dengan alamat fb
3.Klik Lanjutkan
4.Ketik komentar kamu dan publish